Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) | UPP
Home Lembaga Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

SEJARAH
            P2K2-UPP (Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Pasir Pengaraian berfungsi sebagai lembaga katalisator bagi civitas akademika UPP dengan tujuan untuk mengurangi masa tunggu lulusan UPP dalam memperoleh pekerjaan pertama dan membina mental mahasiswa untuk berani menjadi seorang wirausaha sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan tingkat pengangguran.
          Dalam pelaksanaan P2K2-UPP menyelenggarakan beberapa tugas utama diantaranya menjalin kerjasama dengan perusahaan/instansi dan juga UMKM khususnya dalam bidang ketenagakerjaan, pemagangan, pendampingan dan pengembangan. Dalam bidang karir P2K2-UPP menyiapkan lulusan atau mahasiswa tingkat akhir sebelum terjun ke dunia kerja melalui berbagai pelatihan pengembangan karir khususnya yang menyangkut dengan soft skill, dan mengadakan bursa kerja, termasuk mengembangan informasi bursa kerja secara online yang secara langsung menjembatani antara perusahaan/instansi dengan pencari kerja khususnya alumni UPP.
          Dalam bidang kewirausahaan P2K2 memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Ipteks kepada para mahasiswa  agar  dapat  mengubah  pola  pikir  (mindset)  dari  pencari  kerja  (job seeker)   menjadi   pencipta   lapangan   pekerjaan   (job   creator)   serta   menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global dan dalam hal pengembangan ketrampilan dalam berwirausaha juga dilakukan program Belajar Bekerja Terpadu dengan memagangkan mahasiswa pada UMKM yang bertujuan memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa dalam menjalankan usaha sehingga nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

VISI dan MISI

VISI
Sebagai pusat pengembangan karir dan kewirausahaan dalam menghasilkan lulusan dan tenaga kerja mandiri, inovatif, kreatif dan mampu bersaing di pasar kerja nasional dan mampu menciptakan peluang kerja berbasis IPTEK dan agama.

MISI

  1. Mengembangkan soft skill mahasiswa dalam mempersiapkan kompetensi karir didunia kerja dan dalam berwirausaha.
  2. Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan civitas akademika dalam kerjasama dengan stakeholder (masyarakat dan dunia usaha/industri) untuk mengintegrasikan kebutuhan dunia usaha dengan kegiatan akademik
  3. Sebagai mediator antara mahasiswa dan alumni UPP dengan pemerintah dan stakeholder
  4. Menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan SDM melalui aktivitas seminar dan pelatihan

FASILITAS DAN LAYANAN
1.   Pusat Pengembangan Karir (career development centre)
a.   Latar Belakang
Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas saat ini merupakan satu persoalan penting dan mendesak. Rendahnya kualitas SDM merupakan salah satu faktor signifikan rendahnya keunggulan bangsa Indonesia di dunia internasional. Di Indonesia, Perguruan Tinggi (PT) merupakan institusi penghasil SDM yang kompeten pada berbagai bidang ilmu. PT juga diharapkan dapat mengisi kebutuhan dunia kerja dengan standar mutu yang optimal. Oleh karenanya menyiapkan kondisi yang ”mendekatkan” antara PT dengan dunia kerja merupakan sebuah proses penting yang harus diciptakan dengan sebaik-baiknya sejak awal.

Saat ini fenomena umum yang sering terjadi di Indonesia, yang merupakan kendala besar yang harus dihadapi, adalah terjadinya ketidaksesuaian kompetensi antara kebutuhan dunia kerja dengan background atau keahlian SDM. Salah satu potret riil permasalahan ini diantaranya adalah banyaknya pencari kerja yang mengajukan lamaran dengan persyaratan akademik telah memenuhi kriteria standar namun setelah memasuki dunia kerja ternyata mereka tidak memahami dan memiliki kecakapan dalam bidang pekerjaannya. Kendala lainnya adalah rendahnya kemampuan soft-skills yang dimiliki para pencari kerja.
Saat ini tidak hanya kemampuan hard-skills yang dibutuhkan oleh dunia kerja tetapi juga soft-skills. Faktor yang memberikan keberhasilan dalam dunia kerja adalah soft-skills (40%), networking (30%), hard-skills (20%), dan financial (10%) (Dekdiknas, 2007).

Hasil penelitian di negara maju menunjukkan bahwa inisiatif, etika/integritas, berfikir kritis, kemauan belajar, komitmen, motivasi, semangat, dapat diandalkan, kemampuan komunikasi lisan, dan kreatif merupakan 10 atribut  soft-skills yang dominan diperlukan oleh dunia kerja. Mengacu pada permasalahan di atas, Universitas Pasir Pengraian membentuk Career Development Centre (CDC) sebagai wadah pengembangan kualitas SDM untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. CDC Bertujuan menjadi mediator yang baik antara para pencari kerja dengan perusahaan/instansi/industri yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

b.  Jenis Program
Empat kegiatan utama yang dilakukan oleh CDC adalah program persiapan karir (seminar dan training), bursa kerja, UPP Career Expo. Di bawah ini adalah gambaran dari setiap kegiatan:

1.  Program persiapan karir.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi diri lulusan agar bisa memasuki dunia kerja sebagai tenaga siap pakai. Seminar dan pelatihan pengembangan karir diberikan secara rutin oleh praktisi dunia kerja agar lulusan bisa mendapatkan gambaran tentang persiapan kerja yang harus dilakukan. Pada kegiatan ini peran alumni lama UPP untuk berbagi pengalaman di dunia kerja sangat diharapkan. Kegiatan seminar dan training bertema ’Soft-skills Awareness for Jobseeker” salah satu rencana seminar dan training yang akan dilaksanakan

2.  Program rekrutmen/bursa kerja.
Perusahaan/instansi/industri yang sedang mencari tenaga kerja dapat menghubungi CDC untuk memperoleh calon tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan. CDC juga menyediakan fasilitas rekrutmen seperti penyebaran informasi lowongan kerja terutama ke seluruh fakultas di lingkungan UPP, tes psikologi, tes kesehatan, fasilitas ruang tes dan wawancara, sortir lamaran, dan bursa kerja on line. Bursa kerja online adalah bursa kerja yang memanfaatkan teknologi informasi dalam  mempertemukan/ memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja/pengguna tenaga kerja (pengusaha) melalui situs web. Bursa kerja online dilakukan oleh CDC yang nantinya akan bekerjasama bekerja sama website bursa kerja online yang ada di Indonesia.

3.  UPP Career Expo.
Kegiatan untuk menjembatani pertemuan antara lulusan dengan perusahaan/instansi/industri dilakukan melalui UPP Career Expo.

 

2. Pusat Pengembangan Kewirausahaan (enterpreneur development centre)

a.  Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
1.             Latar Belakang
Setiap tahun pengangguran ini tetap menjadi permasalahan yang harus dicarikan penyelesaiannya. Belum lagi kalau ditambah dengan jumlah pekerja yang tidak penuh (setengah menganggur dan paruh waktu) yang jumlahnya mencapai 34,19% dari jumlah angkatan kerja.
Kondisi tersebut di atas didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal ini kemungkinan disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini masih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukannya lulusan yang siap menciptakan pekerjaan. Disamping itu, aktivitas kewirausahaan (entrepreneurial activity) yang relatif masih rendah. Entrepreneurial activity diterjemahkan sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persen total penduduk aktif bekerja. Semakin    tinggi    indek    Entrepreneurial    activity    maka    semakin    tinggi Entrepreneurship level suatu negara (Boulton dan Turner, 2005).
Agar program kewirausahaan dapat berjalan secara berkesinambungan di Universitas Pasir Pengaraian serta  mempunyai  sistem pengelolaan yang terencana  dengan sistematis dan progresif, di Universitas Pasir Pengaraian melalui Lembaga P2K2 akan terus meningkatkan peran lembaga khusus pengembangan pusat kewirausahaan serta produktivitas nasional. Lembaga ini berusaha secara sistematis untuk mengubah dan atau memperbaiki kualitas sistem pendidikan atau pembelajaran yang ada sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan keahlian di dalam ilmunya,   tetapi juga mampu  memanfaatkan dan mengolah ilmunya bagi peningkatan nilai sumber daya yang tersedia di masyarakat bagi kesejahteraannya sendiri maupun kesejahteraan masyarakat dan bangs
Kebijakan dan program dan peningkatan peran yang mendorong penguatan kelembagaan kewirausahaan dalam meningkatkan aktualitas pembelajaran dan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis Ipteks sangat diperlukan. Atas dasar pemikiran tersebut Universitas Pasir Pengaraian mengembangkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan kewirausahaan di UPP, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan basis  ilmu  pengetahuan,  teknologi  dan  seni.  Fasilitas  yang diberikan  meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan  rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan serta keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.

2. Tujuan

Tujuan Program Mahasiswa Wirausaha adalah:
-    Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang  berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja;
-    Mendorong terbentuknya model pendidikan atau pembelajaran kewirausahaan di UPP;
-    Mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelembagaan pengelola program kewirausahaan di UPP.

2. Program Belajar Bekerja Terpadu (magang/Co-op)

 1.  Latar Belakang
Kemampuan bangsa untuk bersaing dalam perdagangan jasa maupun barang dipandang merupakan salah satu hal penting agar Indonesia tetap kuat sebagai bangsa maupun  sebagai  salah  satu  bangsa  yang  disegani  di  dunia.  Oleh  sebab  itulah peningkatan daya saing bangsa (nation competitiveness) menjadi salah satu isu utama dalam pengembangan pendidikan tinggi.
UPP memandang pentingnya pelibatan atau kerjasama dengan lembaga lain dalam upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter unggul agar mampu berkontribusi terhadap kemampuan bersaing bangsa, merupakan salah satu jalan keluar yang baik. Melalui kerjasama berbagai pihak diharapkan   setiap   potensi   yang   dimiliki   dapat   disinergikan   guna   mendorong peningkatan kualitas lembaga P2K2-UPP, tidak saja dalam bidang akademik tetapi juga dalam bidang sosial dan ekonomi.
Proses pembelajaran yang dilaksanakan di UPP pada umumnya lebih menitik beratkan kepada pengembangan intelektual atau kemampuan akademis serta penalaran dan kurang memberikan bekal kemampuan teknis / operasional untuk memasuki  dunia  kerja.  Di  sisi  lain  dunia usaha dan  industri  (DUDI)  menghendaki tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis serta pengalaman kerja yang sering menjadi kendala bagi mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus.
Program ini merupakan program yang mengintegrasikan berbagai latar belakang ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dengan pengalaman nyata dunia usaha. Di dunia internasional program seperti ini dikenal dengan nama  “work-integrated learning” atau “work based learning”. Sedikit berbeda dengan program “link and match” yang lebih dulu dicanangkan pemerintah yang lebih berorientasi pada “subject-based” atau “curriculum  and  practice-based learning”,  Co-op  lebih  mementingkan  “work  place experience” atau pengalaman dan berkegiatan dalam dunia kerja nyata.

2.  Tujuan Program
Tujuan Program Co-op adalah:
-    Menghasilkan   wirausahawan   muda           yang memiliki   gagasan   baru   dalam menciptakan lapangan kerja;
-    Meningkatkan mutu dan relevansi lulusan UPP dengan kebutuhan dunia usaha;
-    Meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah dalam pengelolaan maupun pengembangan usaha;
-    Meningkatkan  jaringan   kerjasama   antara  UPP   dengan   dunia usaha/industry;
-    Meningkatkan kepercayaan dunia usaha/industri terhadap UPP.